Festival Jajanan Bango 2019

Kanal kuliner lagi nih ceplukers, maklum admin paling suka kalau kulineran begini. Baru hari sabtu dan minggu kemarin di jakarta diadakan festival kuliner gitu yang di gagas oleh pembuat produk kecap yang terkenal dengan MALIKA nya. Yah betul sekali, hari sabtu dan minggu tanggal 16 – 17 Maret 2019 kemarin, untuk kesekian kalinya bango mengadakan sebuah event kuliner dengan nama : Festival Jajanan Bango 2019. Festival ini diadakan di area Gelora Bung Karno tepatnya di area parkir Squash Hall dekat Basket Hall.

Kalau ceplukers datang dari arah TVRI silahkan cari pintu 11 yang berada diseberang hotel mulia. Kalau datangnya dari arah selatan, admin sarankan untuk berhenti saja di hotel mulia dan jalan kaki kalau naik angkutan umum atau taxi online. Kalau bawa mobil dan kendaraan pribadi, tenang saja karena disediakan area parkir di area berikut:

Mobil

  1. Lapangan parkir ABC
  2. Lapangan parkir hall basket
  3. Jalur masuk GBK pintu
  4. Lapangan parkir madya stadium
  5. Elevated parkir utara

Motor

  1. Lapangan parkir squash area
  2. Lapangan parkir hall basket
  3. Lapangan parkir madya stadium

Akese masuk ke festival ini gratis tetapi antrinya sangat panjang. Pengaggas acara ini ternyata tidak kehabisan akal mengatasi antrian tiket yang panjang. Mereka menyediakan pendaftaran online dengan mengakses web bango.co.id dan pengunjung hanya perlu registrasi email dan nomer HP untuk mendapatkan QR code untuk selanjutnya di scan oleh petugas. Penanda bahwa kamu diperbolehkan masuk yaitu gelang tangan berlogo bango.

Oh ya, sebelum masuk kamu akan diminta menukarkan tiket masuk dengan gelang dan kertas berisi 10 kotak kosong yang nantinya akan dicap setiap kamu memesan 1 porsi akan mendapatkan 1 cap. Kalau mengumpulkan 5 capk kamu akan mendapat 1 bungkus kecap, kalau 10 cap dapat kecap dan totebag.

Setelah masuk, disediakan booth foto indoor bagi kaum milenial dengan background festival jajanan bango. Admin sih langsung cus ke stand makannya. Stand makanan di festival ini dibagi menjadi 3 distrik (area) yaitu distrik F, distrik J dan distrik B masing masing ditrik terdiri tak kurang dari 20 stand. Total stand di FJB kali ini adalah 83 stand. Sebelumnya admin buka mbah google dulu untuk mengetahui stand yang recommended, dan ketemulah stand finalis FJB 2018 yaitu Dapur Jawa Perawang.

Sesampainya disana, stand itu yang admin cari, ternyata ada di distik B berarti paling ujung dan stand nomer 65. Antrinya panang banget guys. Menu spesial disini adalah: Tongseng Iga Sapi Spesial. Setelah dicicipi rasanya manis, bumbunya nendang tapi untuk daging masih sedikit keras meskipun iga sudah dipotong kecil kecil, kalau dinilai dari admin sih 8/10. Untuk harga per porsi dengan nasi Rp 40.000.

Setelah kenyang, admin mencoba cari yang segar segar dan ketemulah Es Duren D’cendes. Es duren ini berisi 2 biji durian dan biji selasih yang diberi es dan susu kental manis. Rasanya seger, legit dan bau khas durian yang yummy. Tapi duriannya kurang banyak sih jadi kurang mantap. Nilai dari admin ya 7/10. Untuk harganya er porsi Rp 25.000

Disamping stand Es Duren ada jajanan menarik juga yaitu Bakso Goreng Gajah (Bagoja) kayanya cocok buat pendamping es durian. Harga perporsi bakso ini Rp 35.000. Bakso goreng yang dipotong menjadi beberapa bagian kecil dan disiram dengan saos encer seperti saos cakwe. Rasanya sih standar tapi lumayan buat camilan. Nilainya 7/10.

Di FJB ini disediakan banyak tempat duduk dan meja untuk menyantap makanan di bawah tenda tenda besar begitu. Tapi yang tidak dapat tempat duduk seperti admin, masih disediakan meja tinggi tanpa tempat duduk, jadi buat naruh makanan saja, kita makan dengan berdiri.

Yah sekian ulasan dari admin buat FJB 2019. Sampai jumpa di FJB selanjutnya dan artikel baru di kanal kuliner ceplukan.com

Salam,

Ceplukan – kecil bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published.