Wisata Gunung Api Purba

Pagi pagi, ada hari kejepit enaknya liburan sama keluarga apa temen apa mungkin kekasih, sejenak meluangkan waktu buat kumpul bersama. Gak kerja kerja dan kerja nanti pikiran mampet masalahnya jadi runyam. Kalau bingung mau ngapain mending buka youtube dengerin lagu, lagi ada yang asyik kaya gini potongan lirikya:

banyu langit sing ono dhuwur khayangan
watu gedhe kalingan mendunge udan
telesono atine wong seng kasmaran
setyo janji seprene tansah kelingan

ademe gunung merapi purbo
melu krungu swaramu ngomongke opo
ademe gunung merapi purbo
sing ning langgran wonosari jogjakarta

Jadi admin kepikiran nih buat postingan ini. Pengen sedikit bercerita tentang jalan jalan ke Kawasan Wisata Gunung Api Purba yang terletak di daerah Wonosari Daerah Istimewa Yogyakarta.Gunung Api Purba merupakan salah satu gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi, jadi aman untuk tempat wisata. Buat para pendaki pemula ini merupakan tempat yang tepat, ketinggian gunung ini sekitar 700 mdpl (meter diatas permukaan laut) jadi tidak terlalu capk buat mendaki. Pengalaman admin sih membutuhkan waktu 2 jam sampai puncak kalau jalannya santai.

Kalau sobat ceplukers berada di pusat kota jogja dan pengen merasakan sensasi alam yang lagi booming di jogja akhir akhir ini, ceplukers harus menempuh perjalanan kurang lebi 1-2jam perjalanan menggunakan kendaraan pribadi. Tergantung situasi lalu lintas sedang padat atau tidak. Baiknya sih berangkat siang hari diatas jam 1 supaya sampai sana sudah tidak terlalu panas dan sampai di puncak belum terlalu malam, bisa mengejar sunset buat yang suka, karena pemandangan alam dan sunsetnya cantik banget disini.

Rute yang admin sarankan carilah arah menuju jalan wonosari. Kalau dari kota jogja berarti awahnya ke tenggara dan ada tempat populer di jalan wonosari tersebut namanya bukit bintang. Tempatnya ramai kalau malam buat nongkrong dan ngemil disitulah tempatnya. Setelah kamu melewati bukit bintang carilah di map Radio GCD FM daerah Patuk, nah abis itu ada perempatan kamu belok ke kiri dan ikuti jalan saja. Terus carilah arah menuju desa nglangeran, Gunung Api Purba ini letaknya di desa Nglangeran tersebut. Kalau bingung silahkan tanyakan warga sekitar pasti tau.

Oke, untuk pendakian ke puncak gunung api purba akan admin ceritakan berdasarkan pengalaman admin.

Sesampainya di kawasan wisata, tersedia lahan parkir yang lumayan luas tetapi masih tanah jadi kalau kesana musim hujan hati hati licin guys. Pilihlah tempat parkir yang teduh dan jangan dipinggir tebing ya biar aman. Untuk fasilitas disini sudah lumayan bagus, ada toilet umu, mushola, dan warung warga yang menjajakan makanan ringan sampai makanan berat. Uniknya disini, kalau lagi musim durian warga sekitar menjajakan dagangan duriannya dan diadakan pasar murah uhh so yummy. adi penikmat durian, datanglah kemari waktu musim duren tiba sekali dayung dua tiga wisata dilalui karena selain durian, disini ada juga produk coklat racikan rumahan yang menjajakan berbagai jenis, sperti coklat bubuk, susu coklat, biji coklat dan aneka snack berbahan dasar coklat.

Selanjutnya, untuk naik ke gunung ada 2 cara yaitu lewat belakang (jalan setapak di lingkungan perkampungan warga) yang kadang tidak dipungut biaya dan lewat depan yang ada loket masuknya dan kita harus membayar Rp. 15.000 untuk siang hari dan Rp. 20.000 dimalam hari. Tapi untuk wisatawan mancanegara atau bule harus membayar lebih mahal yaitu Rp. 30.000 baik siang ataupun malam. Kalau admin menyarankan sih silahkan naik melalui pintu depan, karena uang yang kita bayar bakal digunakan untuk perawatan dan pengembangan kawasan wisata kedepannya.

Setelah beli tiket, dijalur pendakian Gunung Api Purba terdapat 5 pos yang disedikan dengan tempat istirahat alakadarnya berupa atap dan kayu buat duduk. Jarak antar pos bervariasi, jadi buat yang bukan pendaki profesional tenang, kamu bisa berhenti disetiap pos walaupun sebenarnya gunung ini gak tinggi tinggi amat. JOh iya jangan lupa bawa bekal minimal air minum biar gak dehidrasi karena diatas tidak ada yang jualan. Pesan juga, buat yang membawa snack atau makanan yang menggunakan bungkus JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN. Kalau gabisa bantu bersih bersih ya bantu dengan tidak mengotori lingkungan saja. Jangan cuma mau eksis dan mkirin diri sendiri.

Jalur pendakianpun bermacam macam rintangannya, ada saatnya ceplukers melewati sela bebatuan yang sempit jadi harus jalan miring buat yang badannya ….. hehe, ada juga jalan yang landai berumput dan ada jalan yang harus menggunakan tatanan tangga dari potongan kayu untuk naik. Terakhir untuk sampai dipuncak, kamu harus naik ke tangga kayu yang mungkin lumayan tinggi dan harus hati hati.

Sesampainya di puncak….. WOW indah sekali pemandangannya. Perbukitan, rumah warga, sunset, udara sejuk. Cukuplah semua itu untuk merefresh jiwa dan raga. Silahkan datang dan menikmati sendiri pemandangannya

Salam,

Ceplukan, kecil bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.